Sejarah Kaos dan Perkembangannya

SEJARAH KAOS DAN PERKEMBANGANNYA

Sebelum dilanjutkan artikel tentang Sejarah Kaos dan Perkembangannya, kita awali dengan membahas awal katanya. Kata, “Kaos” merupakan kata bahasa Indonesia untuk kata, “T-shirt” alias pakaian dengan potongan berbentuk huruf, “T”. Dan istilah, ‘T-Shirt secara resmi tertuang di dalam kamus Merriam-Webster tahun 1920-an.

Menurut beberapa sumber, penggunaan kaos sebagai pelindung tubuh sudah berlangsung sejak 1930. Dan faktanya, kita semua sepakat mengenakan baju model kaos sudah menjadi gaya hidup, bagian dari fesyen. Sejak 1930-an, kaos oblong (istilah lokal di Indonesia untuk T-shirt) sudah menjadi pakaian wajib yang harus ada di setiap loker tentara Amerika khususnya angkatan laut.

Semakin lama kaos kian populer, tidak saja bagi tentara angkatan laut AS, t-shirt dipakai kalangan buruh, petani, pekerja tambang dan kalangan lain masyarakat dunia. Akhirnya, kaos dinilai sebagai kebutuhan sandang yang praktis untuk dikenakan. Hari ini siapa pun dari kalangan mana pun menjadikan kaos sebagai pakaian yang wajib dipakai.

Sederhana, stylish, fleksibel, mudah didapatkan itulah sebagian nilai-nilai yang bisa didapatkan bila menyebutkan, “Kaos”. Di mana saja di saat seseorang membutuhkan kaos, bisa langsung beranjak dan mencarinya ke pasar, butik, mall, distro (distributor outlet) hinga belanja online (seperti beli kaos di Kaos Polos Soreang).

Sejarah Kaos dan Perkembangannya

Berikut Sejarah Kaos dan Perkembangannya, selama rentang 100 tahun terdapat catatan dari masa ke masa.

1913

Para awak kapal selam Amerika sangat membutuhkan pakaian yang cocok dengan medan kerja mereka, maka dipilihlah kaos. Cocok dan sangat sesuai untuk beraktifitas selama berada di dalam kapal pada akhirnya kaos dijadikan sebagai seragam kerja. Terbukti kaos membuat para awak kapal bisa bekerja dengan aman dan nyaman dibandingkan mengenakan seragam model kemeja atau bahan wol pada waktu itu.

1944

Di tahun ini, kaos sudah menjadi pakaian dalaman seragam secara tidak resmi bagi angkatan bersenjata di Amrik. Hal ini menjadi kultur sampai merebak pada komunitas bidang lain. ara pekerja dari berbagai bidang — mulai dari mekanik, buruh tambang, hingga pekerja pabrik.

1951

Kaos untuk kali pertama dipilih oleh sineas perfilman Hollywood sebagai pakaian yang diperkirakan mampu menjadi daya tarik pada 1951. Di sinilah kaos kian populer, waktu itu dalam film, “A Streetcar Named Desire” oleh Marlon Brando. Mengenakan kaos di dalam setiap adegan film tersebut, mampu memberikan kesan gaya santai. Sontak remaja di era itu menggandrungi pakaian model kaos. Menurut pemberitaan yang dirilis oleh Los Angeles Magazine (2003), menyebutkan, “Kaos telah terjual hingga mengantongi omzet sebesar 180.000.000 USD.”.

1950

Sebagian orang mulai mengembangkan produksi kaos dengan memakai teknik sablon pada 1950. Sebuah perusahaan bernama Miami Tropix Togs mengantongi ijin ekslusif dari Walt Disney Company terkait produksi kaos dengan gambar Mickey Mouse termasuk karakter-karakter lain. Semua kaos disablon dengan karakter Mickey Mouse dan kawan-kawan dengan isi konten mempromosikan pariwisata dan merek Disney. Dari sinilah tren advertising lewat media kaos mulai dikenal dan populer hingga sekarang.

1960

60-an menjadi cikal bakal kultur kaos band yang terjadi begitu fenomenal hari ini. Pada 1960 tren yang merebak dan menjadi urban culture adalah banyaknya grafis dan karya visual yang bernilai seni (artwork) banyak yang dituangkan dalam kaos. Pembaca mungkin ada yang ingat dengan desain tongue and lips-nya band gaek, “The Rolling Stones” atau artwork the prism dari band tua juga, “Pink Floyd”.

Hasil karya pada kaos di era ini semuanya serba bersumber dari sampul album band-band terkenal. Dan tidak saja berasal dari grafis sampul album sebuah band, poster konser atau artwork yang kerap terpampang di setiap tempat band ketika akan menggelar konser, juga menjadi materi yang menarik untuk dituangkan dalam kaos dengan teknis sablon. Ada sebuah band yang monumental gambar sablonnya yaitu Grateful Dead karya besar dari seniman bernama Stanley Mouse.

1967

Di tahun 1967, dunia kaos dengan teknik sablon dipergunakan sebagai media penyampai pesan. Dan pada tahun ini pula dikenal dengan kaos pop art. Dunia politik mulai memanfaatkan kaos popart dan terbukti berhasil. Tema politik dengan sentuhan pop art mulai diperkenalkan untuk pertama kali oleh Warren Dayton. Dia lah yang menjadi pionir pembuatan kaos yang tematik, dari Cesár Chavez, patung Liberty serta ilustrasi komik politik lainnya.

1969

Kaos tie-dye meramaikan jagat kaos pada tahun 1969. Diawali dan digagas oleh Don Price dari Rit Dye Advertising kaos tie dye tersebar di masyarakat. Ada istilah populer yang berhubungan dengan tren kaos pada masa ini yaitu kaos tie-dye psychedelic. Konser musik Woodstock menjadi ajang musik yang membuat setiap orang gandrung dengan kaos konsep. Tidak saja penampil, kru dan orang-orang di balik jalannya Woodstock, ratusan penonton pun mengenakan kaos ini. Sehingga lahir pula pergerakan yang dikenal dengan sebutan the hippie movement, semua kaum hippies memakai baju model kaos tie-dye. Momentum ini menjadi panen raya bagi Rit Company pada saat itu.

1977

Sebagai seorang desainer grafis yang memimpin proyek kampanye yang terbilang besar tersebut, bernama Milton Glaser - membuat logo dengan tulisan I (aku), simbol hati (cinta), NY (singkatan nama untuk New York).
(istimewa)

Di tahun inilah awal mula tren grafis hati pada kaos. Sebuah agensi periklanan yang bernama Wells Rich Greene menjadi pencetus ide kampanye pemasaran wisata untuk negara bagian kota New York. Sebagai seorang desainer grafis yang memimpin proyek kampanye yang terbilang besar tersebut, bernama Milton Glaser – membuat logo dengan tulisan I (aku), simbol hati (cinta), NY (singkatan nama untuk New York).

Sejak saat itu, kaos ini terkenal di kalangan para wisatawan atau turis yang berkunjung ke kota New York dan tidak lengkap kalau tidak membeli kaos tersebut. Tren kaos dengan konsep seperti ini pada waktu itu langsung diikuti oleh semua kalangan yang berkepentingan dalam bisnis pemasaran. Konsep ini diaplikasikan semua perusahaan kaos sebagai souvenir nama kota atau negara-negara lainnya.

2000

Era milenium menjadi tren internet serta kaos dengan tema Meme. Seperti yang terjadi pada kasus kaos “Three wolf moon”. Tren kaos dengan tema ini bermula dari sebuah ulasan menarik di sebuah portal jual beli Amazon. Saking viralnya, hingga memancing berbagai komentar jenaka atau dikenal dengan meme. Semenjak itu penjualan kaos dari The Mountain T-shirt company inipun semakin meningkat.

2012

Tahun 2012 menjadi awal industri kaos menggunakan teknologi canggih LCD Screen. Sempat disebut sebagai the world’s first programmable T-shirt. Pelaku kreatifnya adalah Ballantine’s yang berkolaborasi dengan perusahaan teknologi CuteCircuit. Mekanismenya konsep kaos tersebut mampu menampilkan status Facebook, tweet, dan foto-foto yang terposting di Instagram.

2020

Perkembangan industri kaos, pada 2020 seperti sekarang ini, pengguna kaos cukup memerhatikan dari sisi nilai manfaat dan kesederhanaan. Seperti kembali ke era-era awal dikenalnya kaos, tampilan sederhana hanya saja teknologi yang dipergunakan semakin canggih.

Seperti yang dilakukan oleh Kaos Polos Soreang hari ini, kaos menggunakan bahan baku dari Amerika, diproduksi di Vietnam barulah setelah menjadi gulungan kain bahan kaos dijahit di Bandung. Dengan nama brand Go Fit sebagai perusahaan yang tengah kami jalin kerjasamanya mencoba memberikan yang terbaik bagi Anda penggemar kaos berkualitas.

Sedikitnya ada 3 (tiga) poin utama kenapa Anda harus membeli kaos di Kaos Polos Soreang?

 Dengan nama brand Go Fit sebagai perusahaan yang tengah kami jalin kerjasamanya mencoba memberikan yang terbaik bagi Anda penggemar kaos berkualitas.
  1. Produk Kaos Polos Soreang Lolos Kontrol Kualitas atau QC Passed. Gofit Premium Cotton 8600 adalah T-shirt polos yang cocok digunakan untuk kaos custom dengan proses DTG (Direct to Garment) dan Print & Cut.
  2. Produk Kaos Polos Soreang tergolong, “Fixed Size”. T-Shirt Gofit Premium Cotton 8600 memiliki ukuran Fix yang telah disesuai dengan ukuran badan orang indonesia. Stok tersedia lebih dari 100.000 potong. 
  3. Kaos Polos Soreang menggunakan katun combed terbaik (highest quality cotton combed). Kaos polos Soreang memilih bahan Gofit Premium Cotton 8600 yang merupakan kaos 100% cotton combed dengan high twist.

Itulah sedikit informasi tentang Sejarah Kaos dan Perkembangannya, mudah-mudahan menjadi tambahan wawasan Anda tentang dunia kaos. Dan bagi Anda yang berminat untuk memesan kaos dengan tema atau desain yang Anda punya, silakan hubungi kami atau klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas